ANALISIS SEMIOTIKA C.S PEIRCE DALAM
FILM LA LA LAND
Semester :
8A
Pragmatisme Charles SandersPeirce
Charles Sander Peirce merupakan filsuf
Amerika yang meletakkan dasar-dasar bagi kajian Semiotika. Teori dari Peirce
seringkali disebut sebagai “grand theory”
dalam semiotika. Hal ini karena gagasan Peirce bersifat menyeluruh, deskripsi
struktural dari semua sistem penandaan. Peirce ingin mengidentifikasi partikel
dasar dari tanda dan menggabungkan kembali semua komponen dalam struktur
tunggal (Wibowo, 2013:17).
Dalam Sobur (2009:40) tertulis bahwa
Peirce terkenal karena teori tandanya. Di dalam lingkup semiotika, Peirce
seringkali mengulang-ulang bahwa secara umum tanda adalah mewakili sesuatu bagi
seseorang. Menurut gagasan Peirce, suatu tanda tidak pernah berupa suatu
entitas yang sendirian, tetapi yang memiliki ketiga aspek yakni aspek fakta,
objek, dan penafsirnya. Menurut Peirce, tanda merupakan contoh dari
kepertamaan, objeknya adalah kekeduaan, dan penafsirnya-unsur-pengantara adalah
contoh dari keketigaan.
Menurut Peirce, tanda menjadi wakil yang
menjelaskan sesuatu. Berdasarkan konsep Peirce tersebut maka dapat dikatakan
bahwa makna sebuah tanda dapat berlaku secara pribadi, sosial, atau bergantung
pada konteks tertentu. Perlu dicatat bahwa tanda tidak dapat mengungkapkan
sesuatu, tanda hanya berfungsi menunjukkan, sang penafsirlah yang memaknai
berdasarkan pengalamannya masing-masing.
Sejalan dengan hal tersebut, Peirce memiliki model triadic dan konsep
trikotonomi dalam teori semiotiknya, yang terdiri dari :
1. Representamen
merupakan bentuk yang diterima oleh tanda atau berfungsi sebagai tanda. Representamen kadang diistilahkan juga
menjadi sign.
2. Object merupakan
sesuatu yang merujuk pada tanda. Sesuatu yang diwakili oleh representamen yang
berkaitan dengan acuan. Object dapat
berupa representasi mental (ada dalam pikiran) dapat juga berupa sesuatu yang
nyata di luar tanda.
3. Interpretant
: bukan penafsir tanda, tetapi lebih merujuk pada makna dari tanda.
Model triadik dari Peirce sering juga
disebut sebagai “Tiangle meaning
semiotics” atau dikenal dengan teori segitiga makna.
1
|
2
|
3
|
|
Representamen
(R1)
|
Qualisign
|
Sinsign
|
Legisign
|
Object (O2)
|
Icon
|
Index
|
Symbol
|
Interpretant
(I 3)
|
Rhema
|
Dicisign
|
Argument
|
Sumber
: (Vera, 2014:23)
Berikut merupakan penjelasan dari
masing-masing Trikotonomi dalam semiotika Peirce:
Trikotonomi
Pertama
Sign (representamen) merupakan bentuk fisik atau segala sesuatu yang
dapat diserap pancaindra dan mengacu pada sesuatu. Sesuatu menjadi
representamen didasarkan pada Ground
nya yang terbagi menjadi :
- Qualisign
adalah tanda yang menjadi tanda berdasarkan sifatnya. Misalnya sifat warna
merah adalah qualisign karena
dapat dipakai tanda untuk menunjukkan cinta, bahaya, atau larangan.
- Sinsign
(Singular Sign) adalah tanda-tanda yang menjadi
tanda berdasarkan bentuk atau rupanya didalam kenyataan. Misalnya, suatu
jeritan dapat dikatakan berarti heran, senang, dan kesakitan. Bisa juga
dikatakan, Signsign adalah eksistensi
aktual benda atau peristiwa yang ada pada tanda, misalnya : kata kabur
atau keruh yang ada pada urutan kata air sungai keruh yang menandakan
bahwa ada hujan di hulu sungai.
- Legisign
adalah tanda yang menjadi tanda berdasarkan
suatu peraturan yang berlaku umum, suatu konvensi, dan suatu kode.
Misalnya : rambu-rambu lalu lintas yang menandakan hal-hal yang boleh dan
tidak boleh dilakukan manusia.
Trikotonomi
Kedua
- Ikon
merupakan tanda yang menyerupai benda yang diwakilinya atau memiliki
kesamaan ciri-ciri dengan apa yang dimaksudkannya. Misalnya peta, foto,
dan lain-lain.
- Indeks
adalah suatu tanda yang mempunyai kaitan atau
kedekatan dengan apa yang diwakilinya. Misalnya tanda asap merupakan
indeks dari api, tiang penunjuk jalan, tanda penunjuk angin, dan
sebagainya.
- Simbol
adalah suatu tanda yang maknanya telah
disepakati bersama (konvensi).
Trikotonomi
Ketiga
- Rhema adalah
tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan.
- Decisign
(Dicensign) bilamana antara lambang itu dan
interpretannya terdapat hubungan yang benar ada (sesuai kenyataan).
- Argument
bilamana suatu tanda dan interpretannya mempunyai sifat yang berlaku umum
(Vera, 2014:21-26).
Daftar
Pustaka :
Sobur,
Alex. 2009. Semiotika Komunikasi.
Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Vera,
Nawiroh. 2014. Semiotika Dalam Riset
Komunikasi. Bogor. Ghalia Indonesia.
Wibowo,
Indiwan Seto Wahyu. 2013. Semiotika
Komunikasi Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi.
Jakarta. Mitra Wacana Media.
ANALISIS
SEMIOTIKA PEIRCE DALAM FILM “LA LA LAND”
No
|
Sign
|
Gambar 1.1
|
|
1
|
|||
Object
|
Tiga orang
pemusik sedang memainkan tiga jenis alat musik yang berbeda disaksikan banyak
orang yang menari, tersenyum, hingga meloncat-loncat.
(Tersenyum
lebar, menari sambil tersenyum, tempo musik yang cepat)
|
||
Interpretant
|
Musik dengan
tempo yang cepat disertai dengan tarian dapat diinterpretasikan sebagai kebahagiaan,
suka cita, dan rasa semangat.
|
Dalam Gambar 1.1 diatas terlihat tiga orang pemain musik
tersenyum lebar sambil menari-nari kecil dan memainkan tiga jenis alat musik
yang berbeda. Hal ini bermakna mereka sangat senang menghibur masyarakat
walaupun di tengah cuaca yang sangat terik. Tempo atau irama musik yang cepat
yang dimainkan oleh ketiga pemusik menandakan suatu upaya membangkitkan
semangat kepada pendengar.
Pertunjukan musik itu disaksikan oleh
orang-orang yang berada di jalan tersebut, mereka menari-nari, meloncat kecil,
saling melempar senyum satu sama lain, dan terdengar suara riuh dari mereka
yang bermakna mereka sangat menikmati irama musik yang dimainkan oleh ketiga
pemusik. Dari gabungan tanda tersebut menginterpretasikan bahwa suatu semangat
dan kebahagiaan dalam melakukan kegiatan guna meraih suatu impian.
No
|
Sign
|
Gambar 2.1
|
|
2
|
|||
Object
|
Berbagai
tulisan nama tempat hiburan, tanda panah, dan tanda papan kotak berwarna
terang dalam gelapnya malam.
|
||
Interpretant
|
Berbagai
tulisan berwarna terang, simbol tanda panah, simbol papan kotak dapat di
interpretasikan sebagai kegemerlapan kota Los Angeles di malam hari. Hal itu juga mengartikan bahwa
banyak terdapat tempat-tempat hiburan malam yang beroperasi pada malam hari
yang siap untuk menghibur orang-orang sekitar maupun turis asing.
|
No
|
Sign
|
Gambar 3.1
|
|
3
|
|||
Object
|
Kembang
api
|
||
Interpretant
|
Kembang
api dapat diinterpretasikan sebagai tanda sedang terselenggaranya suatu
perayaan, keceriaan, dan rasa kebanggan.
|
No
|
Sign
|
Gambar 4.1
|
|
4
|
|||
Object
|
Rambu
di tepi jalan, merupakan ikon dari peringatan yang harus di patuhi ketika
berada di perjalanan. (Warna merah pada tulisan dan sebagian badan rambu).
|
||
Interpretant
|
Di
tepi jalan, terdapat rambu bertuliskan dilarang parkir di area jalan tersebut
pada pukul 21.00 malam hingga pukul 6 Pagi. Terdapat penggunaan
warna merah pada sebagian badan rambu dan sebagian tulisan dimana warnah
merah dapat menarik perhatian seseorang untuk melihatnya serta menandakan suatu
peringatan atau larangan.
· Mengandung
norma atau peraturan.
Rambu
berwarna putih dan sebagian berwarna merah tersebut mengandung suatu
peraturan mengenai hal yang dilarang untuk dilakukan yakni jika terdapat
mobil yang diparkirkan di area tersebut, maka mobil akan di derek oleh pihak
yang berwenang. Warna merah pada huruf dan sebagian badan
rambu menandakan suatu tuntutan dan peringatan.
|
No
|
Sign
|
Gambar 6.1
|
|
6
|
|||
Object
|
Mia
dan Sebastian terlihat menggerakkan tubuhnya (tangan hingga kaki) dengan
lincah yang menandakan mereka sedang menari
bersama di bawah langit senja yang didominasi warna ungu, merah muda, dan
orange.
|
||
Interpretant
|
·
Tarian yang dilakukan oleh Mia dan Sebastian dapat
diinterpretasikan sebagai simbol mengekspresikan sesuatu yang mereka rasakan melalui
gerakan tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa tarian merupakan bentuk
ekspresi diri terhadap sesuatu yang dirasakan selain melalui ekspresi wajah.
·
Tarian yang dilakukan oleh Mia dan Sebastian
mengandung makna kemana pun Mia melangkah selalu ada Sebastian yang siap mendampingi,
dan mendukung Mia.
· Situasi langit senja berwarna ungu, merah muda,
dan orange menggambarkan kesan suasana yang sunyi, dan damai, ditambah adanya
pohon besar di samping Mia yang menambah kesan sejuk.
|
No
|
Sign
|
Gambar 7.1
|
|
7
|
|||
Object
|
Mia
dan Sebastian yang sedang berargumen mengenai pendapat masing-masing terhadap
musik Jazz yang digemari Sebastian.
|
||
Interpretant
|
·
Ekspresi Wajah
Dalam adegan
tersebut, terlihat Mia menatap Sebastian dengan ekspresi wajah serius yakni
pupil mata Mia yang membesar dan alis yang sedikit menaik dapat
diinterpretasikan bahwa ada rasa keingintahuan Mia terhadap musik jazz yang
sedang dibahas oleh Sebastian.
·
Gesture Lengan
Sebastian
yang sedang membicarakan tentang musik jazz dengan gesture mengangkat dan
sedikit memainkan lengan seperti sedang menggambarkan sesuatu dapat
diinterpretasikan bahwa Sebastian adalah tipe pria yang energik, ramah, dan
terbuka serta menandakan bahwa Sebastian sangat antusias bercerita mengenai
asal usul musik jazz dan kecintaanya terhadap musik jazz kepada Mia.
|
||
No
|
Sign
|
Gambar 8.1
|
|
8
|
|||
Object
|
Mia
dan Sebastian melayang ke atas langit buatan yang penuh dengan
bintang-bintang.
|
||
Interpretant
|
· Langit buatan, teropong besar, kursi yang
melingkar dapat diinterpretasikan bahwa tempat itu merupakan sebuah bangunan
planetarium dimana orang-orang dapat belajar, mengenali, dan melihat berbagai
jenis tata surya dan planet-planet di luar angkasa.
· Mia
dan Sebastian melayang ke atas langit
Hal tersebut
dapat diinterpretasikan bahwa Mia dan Sebastian memiliki sebuah impian tinggi
yang harus diraih. Terlihat Mia dan Sebastian berdansa di atas langit
menandakan bahwa mereka akan bersama-sama meraih impian tersebut.
|
No
|
Sign
|
Gambar 9.1
|
|
9
|
|||
Object
|
Sebastian
yang memakai setelan jas berwarna cokelat muda berdiri di depan pintu masuk
bioskop sambil sesekali melihat jarum ke arah jam pada salah satu tangannya.
|
||
Interpretant
|
· Beberapa poster film yang terpajang di area lobby pintu
masuk menandakan bahwa tempat tersebut merupakan sebuah bioskop.
· Lampu-lampu hias kecil berwarna orange yang berada
dia atap bangunan dapat diintrerpretasikan sebagai simbol untuk menarik
perhatian orang-orang agar mengunjungi tempat tersebut, dan menandakan kehangatan
dalam menyambut orang yang datang.
· Sebastian yang menggunakan setelan jas lengkap
dengan dasi, aksesoris jam tangan, dan sepatu pantople menandakan bahwa
Sebastian merupakan pria modern yang sangat memperhatikan penampilan.
· setelan jas berwarna cokelat muda yang dipakai
oleh sebastian menginterpretasikan sosok Sebastian yang elegant, dewasa
(matang), dan hangat.
· Perilaku Sebastian yang sesekali melihat ke arah
jarum jam pada salah satu tangannya menandakan bahwa dia sedang gelisah
menunggu kedatangan seseorang.
|
No
|
Sign
|
||
10
|
|||
Object
|
Mia
yang menoleh ke arah pintu setelah mendengar bunyi klakson mobil (tanda
verbal).
|
||
Interpretant
|
·
Bunyi klakson pada kendaraan dapat
diinterpretasikan sebagai tanda peringatan, dan pemberitahuan terhadap
pengendara lain atau terhadap orang lain.
· Dalam film tersebut, tiap kali Mia mendengar bunyi
klakson dari sebuah mobil di depan pintu rumahnya menandakan bahwa Sebastian
sudah datang untuk menjemput Mia.
|
No
|
Sign
|
||
11
|
|||
Object
|
Kertas
putih bertuliskan “Theatre, Comedy, Drama, Play, Stage, dan Musical” yang
dihiasi gambar tirai dan beberapa gambar bintang-bintang ditempelkan pada
dinding kamar Mia.
|
||
Interpretant
|
·
Tulisan “Theatre, Comedy, Drama, Play, Stage, dan
Musical” yang dihiasi beberapa gambar bintang-bintang tersebut bermakna
impian Mia untuk menjadi seorang artis dan tampil dalam sebuah pertunjukan
seni seperti teater, drama, pertunjukan musikal yang berhubungan dengan seni
beracting. Terdapat ikon bintang-bintang yang bermakna bahwa seni beracting
atau dunia artis berkaitan dengan hiburan, keindahan, dan gemerlap yang
menghiasinya.
·
Sementara gambar tirai berkaitan dengan benda yang
menandakan akan dimulainya atau berakhirnya pertunjukan drama, teater, maupun
pertunjukan musical dipanggung.
|
No
|
Sign
|
Gambar 12.1
|
|
12
|
|||
Object
|
Berakhirnya
pertunjukan drama musikal yang diselenggarakan Mia diakhiri dengan tepuk
tangan penonton dan Mia yang membungkukan badan sebagai tanda ucapan
terimakasih.
Terdapat
satu penonton yang menunduk dan tidak memberikan apresiasinya dalam bentuk
tepuk tangan (tanda panah merah).
|
||
Interpretant
|
·
Gerakan Mia menunduk menandakan rasa bahagia,
terharu, dan sebagai ungkapan berterimakasih kepada penonton yang telah
menyaksikan pertunjukannya
·
Tepuk tangan dari penonton dapat diinterpretasikan
sebagai bentuk penghargaan atau apresiasi yang diberikan penonton kepada
pemain yang menandakan bahwa mereka menikmati jalannya pertunjukan.
·
Terdapat satu penonton di kursi belakang yang
sedang menunduk dan tidak bertepuk tangan menandakan bahwa dia merasa tidak
puas atau tidak menikmati jalannya pertunjukan.
·
Kursi kosong di barisan ke dua yang ditempeli
selembar kertas bertulisakan “reserve” bertanda bahwa kursi tersebut telah
diperuntukkan kepada Sebastian sebagai teman special Mia.
|
No
|
Sign
|
||
14
|
|||
Object
|
Pesawat (simbol) yang ditumpangi Mia
terbang menuju Paris-Perancis yang ditandai dengan ikon menara eiffel dalam
globe tersebut.
|
||
Interpretant
|
Dalam
gambar 14.1 terdapat miniatur pesawat yang terbang menuju Eropa, hal
tersebut menandakan bahwa Mia yang di terima casting menjadi pemeran film
segera terbang menuju Perancis (Eropa) untuk menjalani karirnya di sana.
Globe :
Globe (Simbol)
merupakan gambaran dari bentuk bumi yang sesungguhnya dimana terdapat
detail-detail gambar berupa daratan, lautan, berbagai negara lengkap dengan
nama berbagai samudera, dan tanda hijau, kuning, dan biru di dalamnya. Globe
digunakan dalam film ini untuk mempermudah penonton memahami jalan cerita
film tersebut.
Menara Eiffel
:
|
No
|
Sign
|
||
15
|
|||
Object
|
Menara
Eiffel ikon kota paris (Perancis) yang terlihat sangat jelas berdiri kokoh di
tengah kota dan dihiasi terangnya lampu-lampu.
|
||
Interpretant
|
Dalam
gambar 15.1 tersebut dapat di interpretasikan bahwa menara eiffel
mewakili ikon kota Paris. Menara Eiffel yang berdiri kokoh dan dihiasi terangnya
lampu-lampu menandakan bahwa Paris (Perancis) merupakan kota (Negara) yang
elegant, mewah, dan Indah.
Paris (Perancis) merupakan tempat dimana Mia menjalankan karirnya
sebagai seorang Aktris.
|
No
|
Sign
|
||
16
|
|||
Object
|
Gambar
berwarna hitam dan putih yang menceritakan tentang Mia yang sedang menjalani
casting.
|
||
Interpretant
|
Gambar
tersebut dapat diinterpretasikan sebagai kisah perjalan Mia yang selalu gigih
dalam berupaya mencapai impiannya menjadi seorang aktris. Warna hitam dan
putih dalam gambar menandakan bahwa gambar tersebut merupakan kilas balik
dari kisah Mia yang berhasil lolos casting sebuah film yang juga sedang
didampingi oleh Sebastian.
|
||
No
|
Sign
|
||
17
|
|||
Object
|
Mia
dan Sebastian berjalan ke depan melewati lukisan suatu tempat dan bangunan.
|
||
Interpretant
|
Lukisan
suatu tempat dan bangunan tersebut dapat diinterpretasikan sebagai kilas
balik terhadap beberapa tempat atau bangunan yang pernah dikunjungi oleh Mia
dan Sebastian. Tempat-tempat tersebut merupakan saksi kebersamaan Mia dan
Sebastian dalam upaya mencapai impian mereka masing-masing.
Gerakan
Mia dan Sebastian yang berjalan ke arah depan menandakan bahwa Mia dan
Sebastian akan melangkah maju melewati kenangan tersebut menuju kisah hidup mereka
yang baru.
|
No
|
Sign
|
||
18
|
|||
Object
|
Banyak
orang menari-nari di area yang telah di setting layaknya suasana di jalan tol
atau jalan besar dan area tempat-tempat hiburan.
|
||
Dalam
Gambar 18.1 adanya baground set, jalan tol buatan, dan para penari
dapat diinterpretasikan sebagai suatu pertunjukan drama musikal atau teater
yang menceritakan kisah hidup Mia dan Sebastian yang diawali dengan
perjumpaan mereka pertama kali di sebuah jalan tol, kisah kebersamaan mereka
setelah bertemu, hingga mereka yang harus terpisah karena mengejar impian
mereka masing-masing.
|




















